Sabtu, 06 Oktober 2012

Tetesan Air Tuhan

tik..tik..tik..

Jarum jam yang terdengar lirih

Hanya hiasan jam dinding tua yang berdebu dan tak terawat

Ruang yang sunyi gelap tanpa terik cahaya

            Hembusan angin menembus pori-pori
         
            Amarah guntur yang kian menjadi 

            Kilatan putih terang menghiasi kaca di saat amarah mulai berdatangan

            Satu tetesan lalu diikuti tetesan selanjutnya

            lirih..lirih..lirih.

Semakin lama tetesan itu mulai tak beraturan

Kini beribu-ribu tetesan memecahkan keheningan malam

Kamis, 04 Oktober 2012

Ketegasan

Hentakan demi hentakan itu membangunkanku
dan kini gemuruh ricuh mulai terdengar
Lalu bergegas mengambil sehelai kain halus
Untuk ku usap keringat
Gelap pun merenung
Hentakan itu selalu bermunculan kembali
Terkadang selalu terbayang dan menghantui
Entah mengapa, dan selalu bertanya
Mungkin ini sebuah ketegasan pada diri

Lihatlah di ujung sana


Tangis dan tawa menjadi satu. Kehidupan yang penuh dengan angan, cobaan, dan harapan telah dirasakan di tiap orang. Tak luput juga dari sebuah kegagalan dan kesuksesan. Tuhan telah mengatur kehidupan seseorang, hanya diri kitalah mau tidaknya untuk merubah kehidupan yang lebih tertata rapi. Akan ada sebuah pencapaian yang itu merupakan hasil dari sebuah doa dan usaha, tapi mengapa? banyak orang yang masih bisa bekerja, masih mempunyai tenaga untuk melakukan pekerjaan. Tetapi ia memilih untuk memanjakan dirinya sendiri. Keringat yang kita hasilkan di saat bekerja, itu sangat berharga. Karena faktor ekonomi, orang tua, remaja, hingga anak-anak kecilpun (TK-SD-SMP) terkecimpung dalam dunia yang tak layak mereka huni, seharusnya anak-anak seperti mereka, belajar menimba ilmu (sekolah), tapi apa adaya karena faktor ekonomilah yang membuat mereka terjun ke jalanan. lihatlah mereka, dan lihatlah diri kita. Mereka merelakan harga diri dan rasa malunya demi sesuap nasi. Pedih hati ini bila menatap mereka. Negaraku, Bangsaku, Indonesiaku, Kita belum Merdeka ! Bersyukur kita tidak seperti mereka. Dan syukurilah nikmat Tuhan yang telah kita terima.