tik..tik..tik..
Jarum jam yang terdengar lirih
Hanya hiasan jam dinding tua yang berdebu dan
tak terawat
Ruang yang sunyi gelap tanpa terik cahaya
Hembusan angin
menembus pori-pori
Amarah guntur yang kian menjadi
Kilatan putih terang
menghiasi kaca di saat amarah mulai berdatangan
Satu tetesan lalu diikuti
tetesan selanjutnya
lirih..lirih..lirih.
Semakin lama tetesan itu mulai tak beraturan
Kini beribu-ribu tetesan
memecahkan keheningan malam