Tangis dan tawa menjadi satu. Kehidupan yang penuh dengan angan,
cobaan, dan harapan telah dirasakan di tiap orang. Tak luput juga dari sebuah
kegagalan dan kesuksesan. Tuhan telah mengatur kehidupan seseorang, hanya diri
kitalah mau tidaknya untuk merubah kehidupan yang lebih tertata rapi. Akan ada
sebuah pencapaian yang itu merupakan hasil dari sebuah doa dan usaha, tapi
mengapa? banyak orang yang masih bisa bekerja, masih mempunyai tenaga untuk
melakukan pekerjaan. Tetapi ia memilih untuk memanjakan dirinya sendiri.
Keringat yang kita hasilkan di saat bekerja, itu sangat berharga. Karena faktor
ekonomi, orang tua, remaja, hingga anak-anak kecilpun (TK-SD-SMP) terkecimpung
dalam dunia yang tak layak mereka huni, seharusnya anak-anak seperti mereka,
belajar menimba ilmu (sekolah), tapi apa adaya karena faktor ekonomilah yang
membuat mereka terjun ke jalanan. lihatlah mereka, dan lihatlah diri kita.
Mereka merelakan harga diri dan rasa malunya demi sesuap nasi. Pedih hati ini
bila menatap mereka. Negaraku, Bangsaku, Indonesiaku, Kita belum Merdeka !
Bersyukur kita tidak seperti mereka. Dan syukurilah nikmat Tuhan yang telah
kita terima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar