Seorang
pemuda yang tampak lusuh pakaiannya
Bibirnya
komat-kamit seakan seperti dukun
Matanya
melotot seperti mata dewa
Penuh
harap akan datangnya Si pelantun
Sayang, hanya kata itu
yang bisa menangkan
Matanya mulai
berkaca-kaca
Si pelantun datang
sembari membisikkan
Kau tak usah bersedih,
kau tak usah berlinang air mata
Peluklah Tuhanmu
Peluklah Tuhanmu
Di
saat genting seperti ini lihatlah sisa air hujan
Lihatlah
dengan hati terbuka
Maka
ketenangan itu Aku bersamamu
Pejamkan
saja matamu
Pejamkan
saja
Perlahan
tutuplah kedua matamu lalu lelaplah
Agar
dalam tidurmu terasa nyaman dalam pelukan-Ku
Karya
: Hanif Syukur. A
Sukoharjo,
2 Februari 2014
Pukul
: 12.40 WIB